Mengenai Saya

Foto saya
Surfing on the cloud...

Nyengir Kuda...

Nyengir Kuda...

Kamis, Maret 19, 2009

Jump... Jump... Jump...

Suatu hari di bulan Desember tahun 1980, cuaca sangat cerah malah lebih dekat ke sedikit panas, angin bertiup juga tidak terlalu kencang, rasa-rasanya cuaca seperti ini cocok untuk melakukan penerjunan. Hanya keinginan itu tidak serta merta dapat diwujudkan seketika karena menyangkut biaya dan izin dari pejabat yang mengelola Bandar Udara (Bandara).
Setelah melalui perundingan yang agak alot akhirnya disepakati hari H jam D untuk melakukan penerjunan. Pukul 06.00 wib kami berenam dengan mengendarai jeep toyota hardtop dari basecamp di Jl. Tongkeng menuju Bandung Selatan, laju mobil tidak terlalu kencang karena jalanan masih lengang, angin semilir dari celah kaca jendela mobil menerpa wajah.
Hening, sunyi, hanya terdengar deru mesin dan gemuruh roda mobil menggilas jalanan aspal, tiba2 kami yang duduk dibagian kursi belakang dikejutkan karena laju mobil berhenti di rem mendadak… “ah sialan” gerutu teman saya, “lu kalau mau brenti jangan direm mendadak kaya gitu… jidat penumpang yang duduk dibelakang bisa-bisa kebentur sandaran kursi depan….” tapi teman yang duduk dikursi depan malah tertawa tergelak karena dia tau lebih dulu dan minta mobil brenti, ternyata teman itu ketinggalan harnet di rumah, jadi kita harus balik lagi mengambil harnet…
Singkat cerita, sampailah kami di Bandara, lapor ke petugas piket dan minta diantar ke tempat/bagian yang memberi izin untuk melakukan kegiatan penerjunan. Setelah mengurus izin kepada pihak Bandara dan tidak terlalu sulit karena kegiatan ini rutin dilakukan oleh kami secara berkala setiap 3 (tiga) bulan.
Selanjutnya kami berenam menuju avron Bandara diangkut menggunakan mini truk AURI ke ruang briefing untuk mendapat pengarahan dari instruktur dan membahas serta menentukan formasi penerjunan yang akan kami lakukan.
Setelah semuanya clear, disepakati dan dipahami, kami berenam diarahkan menuju landasan, disana sudah menunggu pilot senior yang dengan setia membawa kami keangkasa dan selanjutnya “melepaskan” kami dari “lubang pintu ” pesawat untuk direngkuh oleh senyapnya ruang angkasa.
Tibalah kami untuk “mengudara”, ketika take off lancar-lancar saja hanya terdengar sedikit gemuruh dari mesin pesawat yang memekakan gendang telinga, ketika badan pesawat sudah stabil, kami berenam siap-siap untuk melompat dari lubang pintu bagian ekor pesawat….
Jump… jump… jump… seketika dalam hitungan detik kesadaran saya hilang sejenak namun seterusnya saya dapat menguasai diri barulah... surfing on the sky….
Subhanallah…. betapa indah dan menakjubkan ciptaan Allah SWT… hanya keheningan dan sunyi senyap suasananya serta hembusan angin menerpa seluruh badan saya… selama dua belas menit badan terombang ambing payung parasut, mencari keseimbangan, mencari posisi untuk pendaratan. Titik putih pada hamparan kain terpal (drop zone) dilandasan samar-samar kelihatan, itulah tujuan yang harus saya capai dan menjejakan kaki…

Rabu, Maret 18, 2009

Berbagi...

Mencoba untuk bersikap terbuka memang sulit kulakukan, karena kebiasaanku tertutup sudah berakar, namun kini..., harapanku dengan sedikit untaian kata-kata, kiranya aku dapat mengungkapkan apa yang sebenarnya menjadi inspirasiku, kesedihanku, bahkan mungkin bakat terpendamku... melalui tulisanku, jadi jangan kemana-mana, always stay tune in my exclusive blog...